TeRtunduk




Malam itu aku berjalan dengan kepala tertunduk. Memandang awas kerikil yang bertebaran, berusaha tidak tersandung sebongkah gundah yang mengintip, bersiap menggamit rebahku untuk kemudian diseret ke masa silam. Ya. Aku tahu sesuatu sudah menanti di sana – seperti yang kurasakan di pangkal tenggorokan, menggelitik rongga kesadaranku yang kian sempit: nausea yang harus kutelan kembali, bersama asam lambung yang pekat.

Aku tundukkan kepalaku lebih dalam lagi. Berharap ini bukan semacam hukuman. Sebab bukankah ada tertulis: di dalam kasih tidak ada ketakutan, sebab ketakutan mengundang hukuman dan barang siapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih ? Adakah aku mengenal kasih ?

Aku tidak tahu. Tidak pernah tahu. Apakah kamu mengenal kasih ? Tenggorokanku panas. Ulu hatiku mulai memilin nama-nama yang dulu ada dan sekarang tidak ada lagi. Jangan. Jangan diteruskan. Katakan kepadaku memang demikianlah segalanya harus terjadi. Atau haruskah aku ucapkan maaf untuk sesuatu yang tak akan pernah terwujud ? Mungkin sesal itu memang hanya untukku dan tidak pernah untukmu.
   [na]

merry christmas... han, kevin ,alpin

Lah, tahu2 Udah setahun

Udah setahun walau berat pelan-pelan semua telah kembali pada tempatnya..., semua orbit telah berputar sesuai kehendakNya, dan sy telah memaksa diri saya untuk menerimanya dan akhirnya.. hari ini tiba.
hari dimana diawali sebuah cerita, dan hari ini juga cerita itu telah berusia 1 tahun... tak usah dilupakan tapi biarkan menjadi pengalaman...

Experience is the best teacher, pengalaman adalah guru yang baik.
Pengalaman adalah guru bisu yang tidak pernah marah.
Pengalaman adalah guru yang tanpa jiwa, namun selalu dicari oleh siapapun juga.
Belajar dari pengalaman adalah lebih baik dari pada sekedar bicara, dan tidak pernah berbuat sama sekali.
Belajar adalah kenyataan yang ditunjukkan dengan kegiatan fisik, karena itu,
the proses of learning is doing, reacting, undergoing, experiencing. The prodacts of learning are all achieved by the learner through his own activity. (H.C. Witherington dan W.H Burton, 1986)



piece of mind


Entah gimana, kemaren  ngalamin sesuatu yang rasanya udah lama ngga sy alamin.. Ya seperti biasa sy ngelakuin daily routines  yang itu2 juga, ga ada yang special, cuman ga tau gimana pelan2  ngerasa pikiran jadi jernih dan tiba2 bisa ngerasa bahwa everything is under control dan semua akan ok2 aja.. ga ada yang perlu  khawatirkan lagi.. 

ngga tau gimana dengan orang lain tapi perasaan seperti ini tergolong langka bagi , atau at least rasanya seperti udah lama  nanti2kan dan ga kunjung tiba.. Biasanya dihantui semacam kegelisahan dan seperti selalu ada yang kurang atau ngga beres dengan hidup . Selalu ada hal2 yang bikin  cemas meski  ga selalu bisa nerjemahin apa sebenernya yang bikin cemas..

Ya akhir2 ini  coba untuk hidup lebih organized lagi dengan ngelakuin hal2 kecil kayak nyatetin pengeluaran harian n stuff like that.. Tapi gimana pun  bersyukur banget -percaya semua ini adalah anugerahNya dan bukan karna keahlian me-manage idup atau diri, bahkan hati  sendiri. 

***dan  beberapa hari yg lalu saya mulai nge-mig33 lagi, setelah setahun saya tingalkan ... ( dengan id baru dan teman baru...) dan tetap saja saya ga bisa tinggalkan Flexilad << rumah hangat bagi saya..
 

sang



kamu lucu.............
perwujudanmu tak pernah sirna dari benakku
Dirimu sang bramastana yang berdiri (tetap) di sudut lapangan
Meski dihempas badai semalam
Yang akan tetap ada disetiap pagi, siang dan malamku
Karena akar akarmu telah berserabut kedasar kalbuku...

Thanks to BlueSky.....

Persahabatan

Malaikat Juga Tahu


Malaikat Juga Tahu
Dewi Lestari

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati


Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri


Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya


Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri.. Cintakulah yang sejati


Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya


Kau selalu meminta tuk terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi.. Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu.. Aku kan jadi juaranya

** hick..lagunya.....

Sisi lain



Edensor            : …………

ina                    : ……….
Edensor            : … U kul dimana?
Ina                   : Universitas kehidupan.... 

Obrolan singkat pagi hari antara ina dan seseorang yang bernama edensor, who
is edensor....?  (siapapun dia pastinya orang baik yang mau menanyakan kabar orang lain) 

Sisi Lain...
Universitas Kehidupan....?, saya tersenyum kecil untuk mengawali kegiatan sabtu pagi itu dengan sedikit bergunam mengulang tulisan yang saya kirim pada ”edensor” (siapa edensor..? seseorang yang berusaha menutupi identitasnya...)Setiap hari saya memang sedang belajar di universitas kehidupan dengan literatur2 yang tak ada dalam perpustakaan biasa karena adanya Cuma di perpustakaan kehidupan... 

bukankah setiap orang yang tinggal di planet ini juga sedang menuntut ilmunya di universitas yang sama dengan saya, tapi saya terlambat menyadarinya, kesadaran yang tertunda setelah pontang-panting berbulan2 melawan keadaan sambil mencari2 jawaban yang tak kunjung datang, ini sudah november itu berarti aku baru menempuh studiku kurang lebih 9 bulan karena semua berawal di Januari tepatnya di 13 januari..., dan hantaman permulaan di 15 hari sebelumnya, (saat si pemilik punggung terindah menghembuskan nafasnya yang paling ujung.)
 

Berusaha bersembunyi....
bersembunyi dari rasa kehilanggan yang beratberusaha bersembunyi....
bersembunyi dari rasa marah yang tak terkendaliberusaha bersembunyi....
bersembunyi dari kekalahan untuk menguasai diri ini...
terus bersembunyi....

sampai suatu hari  seorang anak kecil dengan tanggannya yang munggil penuh dengan cat air berusaha berdiri dengan susah payah, berbisik padaku... ”lihat aku bisa berdiri lagi walau dengan tertatih dan topangan kayu pada kakiku... tapi aku tak pernah menangis tidak hari ini dan tidak esok hari, karena Tuhan memberikan Keindahan atas diriku lewat tanggan munggilku yang bisa bergerak bebas walau tidak dengan kakiku..”  

api perasaan kosong terkadang menyelusup pelan. tak bisa saya bendung. perasaan yang saya sendiri kesulitan menggambarkannya. saya memilih untuk tidak berbagi, menelannya kembali dan merasakan pahit di ujung lidah.
 

Maaf jika beberapa bulan ini semburat jingga sulit didapat, saya merengkuhnya dalam erat di pelukan, pendar keemasannya serupa dengan rasa ngilu badan saya menyongsong dini hari di ujung bulan ini…
Maaf karena hampir setahun ini saya tak pernah memperdulikan apa yang terjadi di sekeliling saya, karena saya sedang terkurung dalam gelembung kebodohan yang menyerap semua energi positif diri.... 
Maaf karena saya terlalu egois dengan kehidupan ini.... 

terima kasih. untuk penggalan kisah yang selalu tersaji.
terima kasih. untuk roncean aksara yang memukau
terima kasih. untuk petikan-petikan bijak
terima kasih. untuk memberikan secercah harapan; bahwa esok pasti lebih baik…
terima kasih. telah membuat mata saya bebinar lagi....
terima kasih. untuk puisi Abu Dzar-nya.... 

Setelah “dia yang namanya tak boleh disebut” nuansa langit sore sehabis hujan datang lewat goresan di langit cerah. butiran air mencuci cakrawala yang membentang, biru dengan sapuan awan tipis, terima kasih telah menggigatkan saya untuk mengisi lagi batrey kehidupan yang beberapa waktu lalu sempat low bet…
  *

* (gbm. rampokan dari GooGle)
     

Tentang Seseorang

Seseorang....
Apabila engkau ingin memahami seseorang, buatlah dia berbicara. Maka engkau akan tahu dia yang sebenarnya dari ucapannya.
”Bagaimana jika dia menipu, karena tahu bahwa orang dapat diketahui dari ucapannya, sehingga terus- menrus mengucapkan sesuatu yang samar agar tidak diketahui?” Pertanyaan ini, sama halnya dengan dongengan tentang anak kecil yang ketakutan, seraya berkata kepada ibunya, ”Saat malam hari menjelang gelap, hantu muncul kepadaku. Aku akan takut dibuatnya.””Engkau tak usah takut”, kata ibunya.”Jika engkau melihat hantu itu, beranikan diri, kemudian seranglah dia.maka engkau akan tahu itu hantu khayalanmu.””Tapi bagaimana jika ibu hantu itu mengatakan hal yang sama pada anaknya?’ kata anak itu. Maka jika ada seseorang yang sengaja tidak ingin diketahui dan berdiam diri, bagaimana cara tahu dia yang sebenarnya?

Jawabannya adalah dengan berdiam diri terhadap kehadirannya.
Berikanlah dirimu kepadanya dan bersabar! Barangkali sebuah kata akan terluncur dari bibirnya. Jika tidak, barangkali secara tidak hati-hati justru kata-kata, pikiran atau gagasan itu muncul dari dirimu.
Maka dari rangkaian, pikiran, atau gagasan itu barangkali engkau bisa mengetahui dia.
Sebab saat itu engkau telah tepengaruh olehnya.

Sehingga kata2, pikiran dan gagasan yang keluar dari dirimu sesungguhnya adalh pernyataan dirinya yang tepantul lewat dirimu.

(Kearifan cinta "Jalaluddin Rumi")

selamat idul fitri

When it's black turn white; when it's dark turn light;
when a mistaken turn forgiveness,

Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three

selamat Idul Fitri,
mohon maaf lahir dan batin.

RECTO VERSO



Setiap karya adalah anak jiwa. Dan pada tanggal 3 September 2008 lalu, Dee baru saja resmi “melahirkan” sepasang “bayi kembar” bernama RECTOVERSO.

Inilah karya pertama Dee yang mampu menghadirkan kedua wajah dewi lestari sekaligus: musik dan fiksi, album dan buku, Dee yang menulis dan Dewi Lestari yang bermusik.

Rectoverso juga merupakan karya hibrida pertama di Indonesia yang memadukan kedua dunia tadi menjadi satu karya yang utuh meski terpisah secara wujud. Karena itulah, Rectoverso bukan sekadar karya, melainkan sebuah pengalaman. Dalam pengalaman Rectoverso, fiksi dan musik saling bercermin, melengkapi, dan menggenapkan.

Mau lebih Jelas liat aja di http://www.dee-rectoverso.com,

kebetulan saya udah dapat buku ama cdnya, Saya suka..... minimal ada referensi beda dari anak bangsa yang ga melulu ngurusin orang lain, ato ngusilin orang lain....

Hari ini Han membawakan 2 benda yang sangat kuinginkan, entah dapat dari mana, ngrampok dimana. Tanks han.....
pertama CD-nya JUNO, dan Yang Kedua Bukunya BAWA, yang GURU SEJATI DAN MURIDnya... wah keren....


'JUNO',

Pemain: Ellen Page, Michael Cera, Olivia Thirlby, Jennifer Garner, Jason Bateman


JUNO
bercerita soal problematika hidup gadis belia yang tengah hamil (teen pregnancy). Kehamilan di luar nikah pada remaja itu dijelaskan bukan sebagai malapetaka, drama penuh emosi, aib dan sesuatu yang sangat memalukan.


Awalnya, Juno (Ellen Page) terlibat hubungan seks pra nikah dengan pacarnya Paulie Bleeker (Michael Cera). Hubungan ini mengakibatkan Juno yang baru berusia 16 tahun hamil.


Tak tahu harus berbuat apa, Juno menceritakan masalah ini pada Paulie. Singkat kata, Juno dan Paulie sepakat untuk menggugurkan bayi dalam kandungan Juno. Namun saat Juno berada di Women Now tempat ia akan melakukan aborsi, Juno berubah pikiran. Ia ingin membiarkan janin dalam rahimnya tumbuh.


Nekat dengan keputusan besar ini, Juno pun mau tak mau harus memberi tahu kedua orang tuanya. Untungnya, walaupun sempat terkejut, kedua orang tua Juno cukup bijaksana menghadapi masalah ini. Juno berencana untuk memberikan bayinya pada keluarga yang ingin mengadopsi bayi.

Kebetulan pasangan Vanessa Loring (Jennifer Garner) dan Mark Loring (Jason Bateman) sedang berencana untuk mengadopsi seorang anak. Juno dan kedua orang tuanya sepakat untuk memberikan bayi Juno pada pasangan Loring setelah lahir nanti. Namun tampaknya takdir berkata lain. Beberapa kejadian semasa kehamilan Juno membuat gadis ini berubah keputusan.

Film drama komedi arahan sutradara Jason Reitman ini mencoba mengupas problematika remaja dari sisi lain. Kehamilan di luar nikah digambarkan sebagai suatu keadaan yang harus diterima dengan lapang dada. Mungkin Jason ingin menyampaikan bahwa kehamilan di luar nikah ini bukanlah akhir dari kehidupan namun awal dari kehidupan yang lain.


Film yang berhasil meraih US$224 juta lebih sekaligus Academy Award untuk kategori Best Original Screenplay ini berhasil memikat hati kritikus film Amerika yang terkenal 'kejam' dalam mengadili sebuah film. Ini terbukti dari perolehan di situs Rotten Tomatoes saja, 93% kritikus film memuji film berbujet US$6,5 juta ini.


Penampilan Ellen Page yang memerankan Juno pun cukup meyakinkan. Timing dan emosi Ellen tampil memukau untuk aktris muda yang baru berusia 20 tahun ini. Namun peran alur cerita yang mengalir mulus seperti air juga tak bisa dipisahkan dari kesuksesan film ini. (ini ambil dari kapanlagidotcom)


dan ini yang ke-2

guru_sejati_cover_blog.jpgGuru Sejati dan Muridnya

Karya: Bawa Muhaiyaddeen
Alih bahasa: kang Herry Mardian (yang punya suluk)

Sejengkal seorang hamba dekati Tuhannya, sehasta Tuhan akan datangi. Selangkah ia datangi, seribu langkah Ia akan berlari menjemput.


Sebuah hadits yang sungguh menentramkan. Dia Maha Baik. Tapi begitulah agaknya bila seorang hamba… kembali.

Bila kita datang dan mengetuk, pasti Ia membukakan pintu. Bahkan sekerling lirikan, sejumput doa yang tulus, tak akan disia-siakan. Ia menarik, memikat, dengan segala cara. Dibuat-Nya kita betah berkumpul di sebuah pengajian, atau membaca berlama-lama tentang kebaikan, atau senang berderma diam-diam. Jika kita miskin, Ia akan cukupkan. Jika kita terlampau kaya, Ia pun akan cukupkan.


Dan karena perjalanan ini adalah sebuah perjalanan kembali, perjalanan melintasi belantara ujian dan gurun ilusi — bukan sembarang perjalanan — Ia akan menghadirkan seorang pembimbing, seorang guru. Bukan pula sembarang guru: guru yang sesungguhnya, guru sejati.


Buku ini adalah sebuah rekaman pengajaran seorang guru Sufi, Bawa Muhaiyaddeen, tentang Guru Sejati, tentang perjalanan kembali, tentang bagaimana berinteraksi dengan Sang Guru selama perjalanan.


Yang menarik dari buku ini adalah juga yang membedakannya dengan kebanyakan buku-buku sufi yang ditulis di era dahulu. Bawa berkisah dengan konteks abad ini. Ia berhadapan dengan kita yang didera hidup, yang terasing oleh bisnis dan kerja siang malam, yang mulai muak dengan istilah-istilah agama yang kering dan tak sedikit pun menyentuh rasa dahaga. Ia bercerita tentang lampu dan saklar, mobil yang memiliki klakson berbentuk seperti terompet, binatang-binatang dan sertifikat kepemilikan rumah. Ia berbicara dengan bahasa kita.


Dan tak seperti kebanyakan buku agama, Bawa menyebut-nyebut Tuhan… dengan sungguh intens! Hampir tak satu paragraf pun lewat tanpa menyebut nama-Nya. Ia meyakinkan kita semua tentang betapa Maha Kasih dan Sayang-Nya, tentang sosok nafsu dan api amarah, tentang 18.000 alam dan 400 trilyun 10 ribu penyakit hati, tentang lika-liku perjalanan kembali… hampir bak orang yang telah melihat semua itu dengan mata kepala. Dalil-dalil, hampir tak dibutuhkannya.


sheikh-disciple.jpgBuku ini diterjemahkan dengan sangat baik oleh seorang kawan; sebuah terjemahan yang luar biasa dari buku aslinya yang ditulis dalam bahasa Inggris, Sheikh and Disciple. Apa yang tertuang di sini hampir tanpa perantara, kita tak akan kehilangan sesenti pun nuansa keteduhan kalimat-kalimat seorang Guru Sejati. Catatan kaki berupa referensi dari Al Quran dan Hadits diimbuhkan di sana-sini, memberi pesan bahwa apa yang diutarakan bukannya tanpa dasar dan bersumber dari mata air yang sama.


Dan jika teman-teman, seperti saya, tersentuh bahkan di kalimat-kalimat awal buku ini yang merupakan sapaan favorit Bawa kepada para pendengarnya “Duhai, anak-anakku semua…” please share your comments. Salaam. (kalo nyang ni tulisannya kang tutung, Bapaknya AZKA.....)

Thank Han......